“Keluarga itu penting” begitu pandangan banyak orang. “Semoga keluarga anda sakinah mawaddah warohmah” kata orang lainnya.
Sebagian orang menyiapkan diri untuk berkeluarga sehingga mereka belajar hal-hal yg dipandang perlu untuk mengantisipasi masalah dan membuat keluarga mencapai tujuannya. Akan tetapi tak sedikit dari keluarga yg nyaris tanpa persiapan, kecuali persiapan hingga janji pernikahan, dan perjalanan keluarga berikutnya “biarlah mengalir” tanpa tahu alirannya akan bermuara ke mana. Tak heran bila keluarga seperti ini kemudian banyak menemui kendala, hambatan, dan masalah.
Virginia Satir adalah Maestro dan Legend dalam bidang Terapi Keluarga. Pendekatannya yg sederhana, experiential, bersifat penghayatan, pancaindrawi, membuat metodenya mudah dipelajari dan diterapkan dalam ragam konteks budaya.
Menurutnya, ada 4 Tema Besar dalam keluarga yaitu : Harga Diri, Komunikasi, Aturan, dan Jembatan Bermasyarakat. Temuan dari kasus-kasus klinik yg saya tangani selama 1 dekade terakhir khususnya untuk kasus Pasutri ataupun Keluarga membuktikan kebenaran temuan Satir. Keluarga-keluarga bermasalah seringkali menunjukkan indikator pada satu, dua, tiga atau empat hal tersebut.
Di era teknologi seperti sekarang, media sosial seakan menyambungkan komunikasi dalam bentuk digital, akan tetapi di sisi lain membuat sebagian orang kurang mengembangkan komunikasi tatap muka yg justru penting dalam hubungan pasutri dan keluarga.
Mencermati makin banyaknya muncul masalah-masalah dalam keluarga saat ini, dan adanya sejumlah kegiatan yg menjurus pada tindakan kriminal seperti KDRT termasuk kepada anak, dan meningkatnya angka perceraian, maka diperlukan sekali kompetensi mengelola keluarga dalam pengertian lebih luas : pencegahan, penyuluhan, pembelajaran, penyebarluasan, konseling, psikoterapi dan rehabilitasi.
IPI yang diasuh oleh Drs. Asep Haerul Gani, Psikolog, kembali akan menyelenggarakan Workshop “Couple & Family Therapy : Virginia Satir Model”.
Workshop ini dirancang dapat diikuti oleh para praktisi psikolog, psikiater, psikoterapis, konselor, pekerja sosial, penyuluh keluarga, pemuka agama, dan khususnya bagi calon pasutri yg ingin menyiapkan diri berkeluarga (konseling pra nikah) atau bagi para pasutri yg ingin membangun keluarganya lebih baik.
Waktu & Tempat :
Rabu – Kamis, 20 – 21 Mei 2015
Pukul 08.00 – 20.00 WIB
Jl.Paradise Timur Raya F21-63, Sunter
Jakarta Utara – DKI Jakarta
Materi yang tercakup :
1. Self Worth (Faktor Penyebab, Pemunculan-Pemeliharaan, Low-High)
2. Komunikasi (Komunikasi Panca Indrawi, Shadow, Hal yg tak sadar dikomunikasikan Komunikator, Postur-Mimik-Jarak-Nada-Volume-Tempo-Jeda, Gaya komunikasi : Placating-Blaming-Computing-Distracting-Nurturing)
3. Aturan (Sumber, Membuat aturan)
4. Menyiapkan Bermasyarakat (Pandangan ttg masyarakat, social phobia)
5. Personal Mandala
6. Family “Crisis Transformation”
7. PsychoGeneology
8. Sculpture
9. 5 Tanggo positions
10. Family thermometer
11. Family knot
12. Distinct-Different-Sameness
13. Framing-Deframing-Reframing
14. Proses Konseling-Psikoterapi Pasutri/Keluarga
15. Candle metaphor
Informasi dan pendaftaran :
Caron +6282125020104